fbpx
Desain
13 Jun, 2016

Desain Grafis Sebagai Tempat Bertahan Hidup

Desain Grafis Sebagai Tempat Bertahan Hidup – Keterbatasan fisik bukanlah penghambat untuk bisa berprestasi. Begitu juga dengan gadis yang satu ini. Amanta merupakan salah satu gadis dari sekian banyak gadis di dunia yang memiliki keterbatasan fisik. Memiliki keterbatasan fisik tidak membuat Amanta patah semangat.

Dia berusaha sekuat mungkin untuk bisa bertahan hidup dan menunjukkan kepada dunia bahwa sekalipun fisiknya tidak sempurna tetapi dia masih tetap mampu berkarya. Untuk mewujudkan mimpinya, Amanta mulai menekuni dunia desain grafis sejak duduk di bangku kuliah.

Gadis dengan keterbatasannya ini sudah mampu menghasilkan banyak karya di bidang grafis diantaranya adalah membuat poster, logo hingga sampul buku. Semua itu dilaluinya dengan segala perjuangan.

Awalnya Amanta lahir dengan kondisi normal sayangnya suatu virus menyerangnya ketika masih bayi. Hal tersebut yang membuat dirinya berbeda dari saudara kembarnya. Bakat seninya sudah terlihat sejak Amanta masih kecil. Dari kecil gadis tersebut sudah senang menggambar begitu juga dengan saudara kembarnya. Bakat seni yang dimilikinya membuat Amanta menggeluti dunia desain grafis.

Desain Grafis Sebagai Tempat Bertahan Hidup: Tetap Bertahan

Kegemarannya di dunia desain grafis harus dia hentikan terlebih dahulu untuk bisa fokus mengejar nilai dan ranking bagus di sekolah. Amanta tetap bersekolah di sekolahan umum bukan yang untuk kebutuhan khusus. Untungnya, sekolah tempat Amanta menuntut ilmu bisa memahami segala keterbatasan yang dimilikinya.

Dari SD hingga SMA Amanta mati-matian untuk bisa berjuang dan membuktikan kepada semua orang bahwa dia tidak lemah dan mampu menjalani hidup layaknya orang normal.

Desain

Desain

Mulai kuliah Amanta pun mulai mengembangkan bakatnya. Gadis yang kuliah di Institut Teknologi Nasional Bandung dengan jurusan Desain Komunikasi Visual ini mulai berdiri diatas kakinya sendiri. Banyak ide yang ingin dituangkan oleh Amanta sayangnya terkadang dia sulit untuk menuangkan menjadi ilustrasi gambar yang bagus. Untuk itu, Amanta bekerjasama dengan Amadea saudara kembarnya untuk menuangkan semua idenya.

Amadea tidak terlalu berani untuk berimajinasi tetapi dalam eksekusinya dia sangat perfeksionis. Kini Amanta sudah mulai nyaman dengan profesinya sebagai konseptor sekalipun dia juga masih mencari eksekutor yang dirasanya tepat untuk menuangkan ide kreatif miliknya.

Ditulis oleh Krepito Studio dalam Desain dan dengan tag , .